
Naik Turun Performa City Tak Menghalangi Ketajaman Haaland – Manchester City adalah salah satu klub paling dominan di Premier League dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah asuhan Pep Guardiola, mereka berhasil meraih berbagai gelar, termasuk treble winners pada musim 2022/23. Namun, memasuki musim 2025/26, perjalanan City terlihat tidak semulus yang dibayangkan. Tim yang biasanya begitu konsisten kini mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan.
Beberapa pertandingan awal musim memperlihatkan kelemahan yang jarang terlihat sebelumnya. Manchester City sempat tergelincir dalam laga melawan Brighton dengan kekalahan mengejutkan, dan pada pekan berikutnya mereka hanya bermain imbang melawan Arsenal meskipun sempat unggul lebih dulu. Hasil-hasil ini membuat City sedikit tertinggal dari pesaing utama mereka seperti Liverpool dan Arsenal di papan klasemen sementara.
Faktor penyebab naik turunnya performa City cukup beragam. Pertama, lini tengah yang biasanya solid kini kehilangan beberapa pemain kunci akibat cedera maupun rotasi. Kevin De Bruyne yang sudah memasuki usia senja sering digantikan perannya oleh gelandang muda, namun transisi ini tidak selalu berjalan mulus. Rodri, yang biasanya menjadi jangkar pertahanan di lini tengah, juga tidak selalu bisa bermain penuh di setiap laga karena padatnya jadwal.
Kedua, sistem permainan Guardiola yang sangat menuntut konsistensi fisik dan konsentrasi tinggi tampak mulai menguras energi para pemain. Jadwal padat yang melibatkan Premier League, Liga Champions, hingga kompetisi domestik membuat City kerap kesulitan menjaga ritme. Pada beberapa laga, mereka tampak dominan dalam penguasaan bola, tetapi gagal memaksimalkan peluang menjadi gol.
Meski begitu, tidak semua sisi City terlihat rapuh. Pertahanan mereka tetap kokoh dengan adanya Ruben Dias, John Stones, dan kiper Ederson. Namun, inkonsistensi dalam menyerang membuat hasil pertandingan City sulit diprediksi. Mereka bisa tampil luar biasa ketika melawan tim besar, tetapi kehilangan poin berharga saat melawan tim yang secara kualitas berada di bawah. Inilah yang membuat musim ini terasa naik turun bagi Manchester City.
Haaland Tetap Menjadi Mesin Gol City
Di tengah naik turunnya performa Manchester City, satu hal yang tetap konsisten adalah ketajaman Erling Haaland. Striker asal Norwegia itu masih menjadi momok menakutkan bagi pertahanan lawan. Sejak datang ke City pada musim panas 2022, Haaland sudah memecahkan banyak rekor, termasuk sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu musim Premier League.
Pada musim 2025/26 ini, Haaland kembali menunjukkan kelasnya. Meski City beberapa kali kehilangan poin, Haaland hampir selalu meninggalkan jejak di setiap pertandingan. Gol-golnya datang dari berbagai situasi: sundulan, tembakan jarak dekat, hingga eksekusi penalti. Kelebihannya dalam membaca ruang dan kekuatan fisiknya membuatnya selalu sulit dihentikan bek lawan.
Produktivitas Haaland juga terlihat dari statistik. Hingga pekan-pekan awal musim, ia sudah mencetak lebih dari sepuluh gol di semua kompetisi. Angka ini menegaskan bahwa dirinya tetap konsisten meski timnya belum mencapai performa terbaik. Bahkan, beberapa kali gol Haaland menjadi penyelamat City dari kekalahan. Contohnya ketika melawan Arsenal, meski akhirnya skor berakhir imbang, Haaland tetap berhasil mencatatkan gol pembuka yang sempat membuat City unggul lebih dulu.
Ketajaman Haaland bukan hanya soal insting mencetak gol, tetapi juga mentalitasnya. Ia dikenal sebagai pemain yang haus gol dan tidak pernah puas dengan pencapaian. Setiap kali gagal mencetak gol di satu pertandingan, ia akan berusaha lebih keras di pertandingan berikutnya. Mentalitas inilah yang membuatnya tetap produktif meskipun City sedang tidak dalam performa terbaik.
Selain itu, kehadiran Haaland juga memberi dampak psikologis bagi tim. Para pemain lain merasa lebih percaya diri karena tahu mereka memiliki ujung tombak yang bisa diandalkan kapan saja. Lawan pun cenderung lebih fokus mengawal Haaland, sehingga membuka ruang bagi pemain lain seperti Phil Foden, Julián Álvarez, atau Bernardo Silva untuk berkreasi. Dengan demikian, Haaland bukan hanya pencetak gol, tetapi juga penentu strategi permainan.
Ketajaman Haaland juga menimbulkan diskusi menarik di kalangan pengamat sepak bola. Banyak yang menilai bahwa produktivitas Haaland akan menjadi faktor penentu apakah Manchester City bisa kembali mempertahankan gelar liga musim ini. Meski tim tampak goyah, selama Haaland terus mencetak gol, peluang mereka untuk bersaing di papan atas tetap besar.
Kesimpulan
Perjalanan Manchester City di musim 2025/26 memang tidak semulus musim-musim sebelumnya. Inkonsistensi di lini tengah, padatnya jadwal, serta beberapa hasil mengecewakan membuat mereka tampak rentan kehilangan poin. Namun, di balik semua itu, Erling Haaland tetap menjadi cahaya terang yang menjaga harapan City.
Produktivitasnya yang luar biasa membuktikan bahwa seorang pemain bisa tetap konsisten meski tim secara keseluruhan mengalami naik turun performa. Haaland tidak hanya memberikan gol, tetapi juga mentalitas juara yang memengaruhi seluruh tim.
Bagi City, mempertahankan konsistensi permainan tentu menjadi pekerjaan rumah utama. Namun, selama Haaland terus tajam, peluang mereka untuk kembali bersaing merebut gelar Premier League maupun trofi lainnya masih sangat terbuka. Pada akhirnya, kisah musim ini menunjukkan satu hal penting: naik turunnya performa tim tidak selalu menghalangi seorang pemain untuk tetap bersinar.